BNLcommunity

14 Sep 2009

Satu Nama Sejuta Kisah

Boy Never Love, nama yang mempunyai banyak arti dan cerita

Ada bahagia dan duka yang semua tercampur menjadi sebuah nama, yaitu Boy Never Love. Entah berawal dari mana, kapan, dan dimana kisah-kisah ini dimulai, terasa samar dan tak begitu dimengerti dengan jelas, semua berjalan terasa cepat.

Letih kami menjejakkan kaki di bawah teriknya sang Raja Siang. Melewati langkah demi langkah jalan keluar dari gang sekolah kami, ditambah lagi asap debu kendaraan dan jalan trial seperti untuk balapan mobil 4WD yang syarat dengan bebatuan, debu, jalan yang bergelombang, juga becek kalau habis turun hujan di jalan gang sekolah kami. Terus menunggu di tepian jalan yang berlalulalang banyak kendaraan, kami pun memutuskan beristirahat sejenak melepas lelah karena panasnya cuaca, dan pusingnya pelajaran yang dihadapi tadi sewaktu di dalam kelas. Keluarlah dua lembar kertas bergambar Pahlawan Patimura, lalu diberikan kepada penjaga warung dan didapatkanlah 2 batang rokok dan segelas air meniral, itu sudah menjadi tradisi dan budaya kami, maklum namanya juga anak ABG yang baru kenal ini itu, yang masih egois, tapi tetap menjaga kebersamaan sampai kapanpun.

Kami melepas lelah dengan bersenda gurau, berbagi kebersamaan walau kami tahu kami sendiri sudah cukup mengalami kekurangan, apalagi untuk berbagi he.. he.. he… Ngobrol dari timur kebarat, selatan sampai utara. Tak terasa waktu berjalan, seperti biasa selalu ada gangguan saat sedang asik menghisap rokok, apalagi itu cuman rokok satu-satunya yang kami punya saat itu. Satpam pun datang dengan tampang sangarnya seperti muka preman, penjahat, atau bajak laut-bajak laut seperti yang ada di film-film layar lebar. Kami di usir dari sana seakan-akan layaknya para gelandangan, pengemis yang meminta minta, atau pun seperti para pemukim yang rumahnya di hancurkan secara paksa oleh polisi dan petugas yang berwenang karena tidak mempunyai surat-surat resmi tentang kepemilikan tanah dan bangunan yang ditempati.

Yang sudah biarkan terjadi, kami memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing, toh masih ada hari esok yang lebih baik, indah, dan sempurna. Detik demi detik terlewati, jam demi jam dilalui, hari demi hari dijejaki, dan minggu demi minggu dijalani dengan sejuta cerita. Karena sering diganggu oleh satpam dan satgas jail yang kurang kerjaan, kami putuskan untuk pindah tempat nongkrong yang tadinya di depan toko tukang jahit, menjadi di depan AW (Aneka Warteg) labih jelasnya di depan warteg di dekat sekolah kami. Saat kami sedang asyik ngobrol di tempat favorit kami, di depan AW, tiba-tiba ada yang mengusulkan membuat sebuah band, lalu terlahirlah sebuah band yang di bernama BNL (Boy Never Love). Dengan menggunakan jurus langkah seribu kami latihan di sebuah studio music yang berada di Perumahan Bukit Cimanggu Villa Bogor BCV, yang bernama Daffa Studio. Disana kami asyik menikmati latihan, walau mainnya asal pukul, asal genjreng, asal bunyi, yang penting gaya, namanya juga anak muda. Tak terasa waktu sudah hampir se jam, petugas studio memberi isyarat kepada kami dengan mengacungkan jari telunjuknya kepada kami melalui kaca dari ruangan tempat petugas studio mengawasi kami latihan, yang berarti kami diberi satu kali kesempatan menyanyikan sebuah lagu lagi karena waktu sudah hampir habis. Latihan pun berakhir, ada satu lagu yang cukup terkenang di hati, terutama bagi sang penulis, yaitu lagu band garasi yang berjudul Hilang, entah kenapa dan bagaimana jalan ceritanya saya sangat menyenangi lagu itu sejak latihan waktu itu.

Kami pun terus mengasah kemampuan dengan terus latihan, tapi bukan di studio melainkan di sebuah gubuk dekat salah satu rumah teman kami. Waktu terus berjalan, sejak saat itu kami tidak pernah latihan di studio musik lagi, entah kenapa mungkin karena pada waktu itu kemampuan kami masih sangat amatir.

Jam tak pernah berhenti bergerak berputar, genk pun terbentuk yang diambil dari nama band kami yaitu BNL. Saat itu sebagian dari kami sedang mengalami patah hati dan kebanyakan diantaranya sedang jomblo, untuk mengurangi rasa sakit dan BT karena baru di khianati, dan ditinggalkan oleh cinta. Jadi itulah sebab di beri nama BNLBoy Never Love, yang berarti laki-laki yang tak pernah mencintai wanita, upz.. jangan berpikir macam-macam bukan berarti kami kaum homo, ataupun munafik pada rasa cinta. Tapi kami masih belum mau mengalami sakit hati lagi. Oleh karena itu kami putuskan tidak pernah mencintai wanita sebelum kami tahu kalau wanita itu benar-benar mencintai kami juga.

Jangan salah pengertian bahwa nama BNL berarti tidak pernah dan tidak mau mencintai wanita, tapi belum sanggup,dan suatu saat pasti akan timbul rasa cinta itu, entah kapan, biarkan waktu yang menjawab dan biarkan langit dan bumi menjadi saksi bisu. Tidak menutup kemungkina anak-anak BNL pacaran lagi, kami selalu memberi saran kepada anak yang baru jadian, yaitu supaya tidak menganggap hubungaan itu terlalu serius dan jangan terlalu mencintai pasangannya tersebut sebelum dia yakin bahwa pasangannya tersebut mencintainya dengan setulus jiwa raga dan pikirannya. Kami tidak mau teman kami mengalami patah hati terlalu dalam. Karena kami adalah teman, karena kami adalah sama-sama laki-laki, karena kami sama-sama sudah merasakan sakitnya patah hati. Tapi semua ini hanya sekedar saran yang tulus dari kami, kami tidak berhak memberi keputusan, tak berhak memerintah, dan tak punya kuasa untuk membatasi ruang geraknya. Hanya saja mencoba memberi peringatan, itu saja. Yang terpenting kami tidak mau kebersamaan ini cepat memudar, lalu menghilang di telan waktu. Apalagi cuman gara-gara wanita, uang, atau pun ego yang masih tinggi. Karena kita semua adalah manusia biasa yang tak lepas dari kesalahan. Kita harus selalu saling mengingatkan, menasehati, menghargai, dan mau menerima kesalahan, saran, kritik, juga kehebatan orang lain. Ingatlah selalu bahwa yang hitam belum tentu hitam dan yang putih belum tentu putih. Selalu koreksi diri sendiri karana mengalah bukan berarti kalah. Itulah gunanya teman, itulah sebab adanya BNL, sebuah kelompok yang tak pernah berhenti berbenah. Sebuah kelompok yang akan abadi walau di hadang badai, hujan, tsunami, angin topan, atau seperti bencana lain yang lebih hebat yang pernah terjadi dan yang belum terjadi. Walau akhirnya tinggal hanya sebuah nama, tapi menpunyai sejuta kisah, impian, masalah, harapan, dan semangat hidup, untuk menjadi cerita yang akan diceritakan oleh kami kepada anak cucu kami hingga akhirnya turun temurun sampai waktu berhenti selamanya di dunia ini.

Inilah sepenggal cerita untuk masa depan, tentang BNL, tentang kebersamaan, kerja keras, tentang menghadapi hidup diawal terbentuknya sebuah BNLcommunity. Masih banyak penggalan kisah lainnya yang belum kami sampaikan, semoga ini menjadikan kita selalu bersama, sampai nanti sampai mati.

Salam sukses dari penulis, Bagus Arif Andrians BNL.

BNLcommunity

  • Aki
  • Izoel
  • V-no
  • Iwa
  • Iye
  • Udn
  • Om blay
  • Kusud
  • Dj_choco
  • Doyok
  • Arlex
  • Banyu
  • Amiew
  • N_cek
  • Gondrong
  • Bagol

shop-ad-books2

[gallery]


TAGS


-

Author

Follow Me